PADANG- Meski kondisi jalan Jalan Silaing yang menghubungkan Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat, sudah mulai pulih sejak dihantam banjir pada petang kemarin, tapi kondisnya masih berbahaya untuk dilalui.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Provinsi Sumbar Dody Ruswandi. Sabtu (17/4/2010)
“Memang jalan tersebut sudah dibersihkan dari banjir, tentu tidak pulih seperti sedia kala, jalur yang terletak pada 60 km dari Kota Padang, hanya bisa dilewati kendaraan pribadi dan truk ukuran kecil. Tapi perlu hati-hati karena kondisinya masih berbahaya terutama kawasan tersebut sering longsor,” ujarnya, Sabtu (17/4/2010).
Sementara itu untuk truk besar dan bus dialihkan di Kabupaten Solok karena sampai saat jalan masih dalam proses perbaikan. “Kita sudah menurunkan 3 unit alat berat sejak kemarin sore,” katanya.
Jalur Padang- Bukitinggi ini merupakan jalur padat, karena jalur tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau. Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya terjadi ditempat yang sama. Banjir bandang pada 29 Maret 2010 lalu, dimana Jalan Silaing tersebut rusak akibat tergerus air bah dan bajir kedua kemarin.
Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) sumbar Ade Edwar mengatakan banjir yang menghantam jembatan sepanjang 300 meter tersebut menjelang Air Terjun Lembah Anai (lokasi Wisata) dari Padang yang tinggal separuh.
”Jembatan buatan Kolonial Belanda yang tersisa dari hantaman longsor dua minggu lalu, ambruk sebagian sehingga tersisa sekira 2 meter, akibatnya jalur tersebut tidak bisa dilewati, ditambah lagi bagian bawah ikut tergerus sungai yang deras,” katanya.
Selain itu, kata Ade, hujan yang mengguyur kawasan Lembah Anai sejak pukul 14.00 WIB kemarin menyebabkan longsor di beberapa titik di dinding Lembah Anai.
“Setidaknya ada dua titik longsoran besar yang menutup jalan hingga tak bisa dilewati, dari laporan anggota tadi malam sempat 20 mobil terjebak di rumah makan dekat Lembah Anai karena ke Padang tak bisa melewati, namun laporan terakhir kita kondisnya sudah pulih, tapi masih berbahaya,” tukas Ade.
Menurutnya untuk perbaikan jembatan tersebut membutuhkan waktu lama, tapi sementara rencananya akan membuat jembatan darurat, yang bisa memakan waktu dua sampai empat pekan. Tergantung kondisi alam dan Kimpraswil.
sumber : okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar